Terbaru

Saturday, November 1, 2014

Embrio pada Pinus

    Tumbuhan gymnospermae belum memiliki bunga yang sesungguhnya. Alat reproduksinya hanyalah kantong-kantong serbuk sari yang dihubungkan dengan lubang yang disebut mikrofil.Padapinus alat kelamin jantan dan betina dihasilkan di dalam runjung yang bersifat heterospora. Gamet jantan (mikrospora) dan gamet betina (makrospora) yang dihasilkan dalam satu tanaman (monoceus) namun terletak dalam rumung yang berbeda.  


       Mikrospora berubah menjadi mikrosporangia di dalam runjung jantan (mikrosporofil). Makrospora tumbuh menjadi dua makrosorangia dalam runjung betina

Proses penyerbukannya :
  • Mikrospora yang bersayap sepasang dari runjung jantan lepas. Apabila mikrospora berhasil menempapada titik penyerbukan. Penyerbukan inilah yang disebut dengan penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka. Serbuk sari yang menempel pada titik penyerbkan akan ditarik masukmateri mikrofil ke dalam ruang bakal biji.
  • Dalam ruang ini serbuk sari akan timbul menjadi serbuk yang memiliki kemampuan menembus jaringan megaspora yang disebut nuselus.
  • Pembuahan terjadi lebih-kurang selama ssetahun setelah penyerbukan.
v  Megaspora yang terdapat pada nuselus terjadi meosis, sehingga menghasilkan 4 sel haploid.

Ø  3 sel berkembang menjadi arkegonium, 3 sel tersebut mengandung sel telur yang sia dibuahi.

Ø  1 sel berrtahan sebagai megaspora dan selanjutnya melakukan pembelahan berkali-kali hingga membentuk gamet betina yang belum dewasa.

  •  Ketika sel telur sudah siap dibuahi, buluh serbuk sari sari akan bergerak ke arah arkegonium.  Pada saat bersamaan sel genetik membelah menjadi dua, yaitu yang pertama menjadi sel    dinding,  dan yang kedua menjadi spermatogen membelah lagi menjadi dua spermatozoid  (seperti  rumah  siput).
  •  Buluh sari sampai keruang arkegonium spermatozoid akan dilepaskan, berenang bebas di  dalam  ruang arkegonium yang penuh dengan cairan. Jika spermatozoid bertemu dengan sel  telur,  terjadilah pembuahan sel telur oleh spermatozoid menghasilkan zigot sebagai calon  embrio.
  •   Setelah fertilisasi terjadi, maka rujung betina dewasa akan ditumbuhi biji. Seperti pada  gambar  berikut :








Anatomi Tumbuhan

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah

Sel merupakan unit dasar kehidupan. Setiap organisme disusun oleh sel. Pada organisme uniseluler seluruh aktifitas kehidupan dilakukan oleh sel itu sendiri sebagai individu. Sedangkan organisme multiselular, dibentuk oleh sekumpulan sel yang membentuk sistem jaringan dan organ. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan dikenal dua sistem organ utama,  yaitu batang(mencakup daun ,bunga, buah dan biji), dsn organ akar. Batang dibentuk oleh meristem apeks pucuk, dan akar oleh meristem apeks akar. Sel- sel penyusun organ batang dan akar merupakan derifat dari sel kedua meristem tersebut. Selama pertumbuhan dan perkembangan, derifat sel meristem mengalami diferensiasi sehingga terbentuk berbagai macam tipe sel dengan karakteristik yang berbeda. Sel-sel yang telah mengalami diferensiasi ada yang tetap hidup dan ada pula yang mati.

B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana struktur dan anatomi sel tumbuhan?

C.  Tujuan Pembahasan
 1.   Untuk mengetahui struktur dan anatomi dari sel tumbuhan.



BAB II
PEMBAHASAN

      A.     Struktur dan Anatomi Sel Tumbuhan

Setiap sel yang hidup memiliki bagian-bagian tertentu yang ada di dalamnya. Sel-sel yang hidup memiliki membran dan substansi yang menyerupai gel, disebut sitoplasma yang terbungkus oleh membran. Semua sel mempunyai alat pengendali berupa inti (nukleus) atau material inti yang terdapat di pusat sel.
Ilmuan sepakat bahwa ada dua macam sel. Sel yang tidak memiliki membran yang melindungi material inti dinamakan sel prokariotik, misalnya bakteri dan alga biru. Sedangkan sel yang memiliki membran pelindung material inti disebut sel eukariotik, misalnya sel hewan dan sel tumbuhan.


Gambar. 1 Struktuk Anatomi Sel Tumbuhan



Sel tumbuhan yang masih embrional dan sel yang telah mengalami diferensiasi dan masih hidup terdiri dari empat komponen utama yaitu:


  1.      Dinding sel

            Dinding sel merupakan struktur yang kuat (terdapat di sebelah luar membran sel), yang berfungsi memberi kekuatan dan melindungi sel tumbuhan. Antara satu dinding sel dengan dinding sel yang lainnya dipisahkan oleh lamella tengah. Lamella tengah merupakan suatu lapisan perekat antara sel yang terbentuk dari senyawa pektin yang bersifat plastik. Sifat ini memungkinkan gerakan antar sel selama sel tumbuh dan berkembang.

    2.  Membran Plasma


                        Membran plasma merupakan bagian yang membungkus sel sebelah luar, yang mengatur lalu lintas pengangkutan zat- zat dari dan keluar sel. Membran sel bersifat lentur, tersusun dari dua lapis lemak, dan protein yang keberadaannya tersebar. Membran sel membantu menjaga keseimbangan zat kimia di dalam dan di luar sel. Makanan dan oksigen di angkut ke dalam sel melalui membran,  sementara zat sisa dibuang keluar sel juga melalui membran. Membran sel ini bersifat semi permiabel, membiarkan zat-zat tertentu melintasinya dan menahan zat-zat lain. Inti sel juga dikelilingi oleh sebuah membran, demikian juga dengan organel-organel sel.


Gambar. 2 struktur Membran


    3.      Protoplasma dan Sitoplasma  

            Istilah protoplasma diberlakukan untuk semua bagian sel yang dibungkus oleh membran plasma. Sedangkan sitoplasma merupakan bagian dari protoplasma yang mencakup organel sel dan inti. Secara fisik sitoplasma merupakan cairan kental yang lebih kurang transparan dalam cahaya tampak. Secara kimia sitoplasma sangat kompleks, komponen utamanya adalah air (85-90%). Pada sel yang masih hidup, sitoplasma selalu bergerak (gerak rotasi berlawanan arah jarum jam), yang dapat diamati dengan gerakan organel sel seperti kloroplas.

  4.     Organel sel
            Benda-benda yang terdapat di dalam sitoplasma sel disebut organel. Masing-masing organel memiliki tugas tertentu.



Gambar 3. Organel sel tumbuhan


Keterangan gambar:
      1)      Nukleus                                               6) Protein yang di transpor
      2)      Pori-pori nukleus                                  7) Vesikel transpor
      3)      RE kasar                                             8) Badan Golgi
      4)      RE halus                                              9) Bagian CIS dari badan golgi
      5)      Ribosom pada RE kasar                       10) Bagian TRANS dari badan golgi
                                                                     11) Cisternae badan golgi

  •   Plastida

Plastida merupakan organel sel khas tumbuhan yang dibentuk oleh dua lapis membrane, yaitu membrane luar dan membrane dalam. Membran dalam memiliki bentuk khusus, yang dapat dibedakan atas beberapa bagian yaitu, kantung tilakoid yang didalamnya mengandung klorofil, grana, yaitu tumpukan kantung tilakoid, tilakoid grana atau kantung antar grana yaitu, membrane yang menghubungkan antara gran satu dengan grana yang lainnya, dan stroma yaitu ruang antar lamella yang dapat menghubunkan grana.
Plastida mengandung berbagai macam pigmen (zat warna) terutama klorofil dan senyawa organic seperti amilum, karoten, dan minyak. Berdasarkan kandungan pigemn dan zat organic, plastid dibedakan atas tiga macam, yaitu:
       a)     Kloroplas, yaitu plastid yang mengandung klorofil yang berperan dalam fotosintesis.
      b)      Kloroplas, yaitu plastid yang mengandung karotin, berwarna orange, kuning keemasan,                    atau merah scarlet.
      c)       Leukoplas, yaitu plastid yang tidak berwarna, leukoplas yang mengandung amilum disebut              amiloplas, yang mengandung minyak disebut alaeoplas, dan yang mengandung protein                    disebut proteinoplas.


  •  Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplasma. Dalam pengamatan mikroskop, retikulum endoplasma nampak seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang berongga-rongga. Saluran-saluran tersebut berfungsi membantu gerakan subsatansi-subsatansi dari satu bagian sel ke bagian sel lainnya. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma (RE) yaitu retikulum endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH).
REK dikatakan kasar karena permukaannya diselubungi oleh ribosom sehingga tampak seperti helaian panjang kertas pasir. Ribosom adalah tempat sintesa protein yang hasilnya akan melekat pada retikulum endoplasma dan biasanya ditujukan untuk luar sel. REH tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya nampak halus. REH memiliki enzim-enzim pada permukaannya yang berfungsi untuk sintesis lipid, glikogen dan persenyawaan steroid seperti kolesterol, gliserida dan hormon.

  •   Ribosom

       Ribosom ada yang tersebar di dalam sitoplasma, sementara yang lainnya melekat pada RE. Ribosom berfungsi sebagai tempat pembuatan protein. Ribosom tersusun dari protein dan RNA, di dalam sel terdapat bebas dalam sitoplasma atau melekat pada retikulum endoplasma, dan berfungsi dalam sintesis protein, ribosom terdiri atas dua sub unit, yaitu sub unit kecil dan sub unit besar. Subunit besar merupakan sebagai tempat melekatnya t-RNA pada saat sintesis protein.

  •   Badan Golgi

            BG yaitu suatu struktur berupa kantung yang dibungkus oleh membran, yang berfungsi dalam proses sintesis dan sekresi.
            Badan golgi memiliki sejumlah nama, yaitu kompleks golgi, badan golgi, dan diktiosom. Badan golgi merupakan tumpukan lempeng sisterna yang pipih, setiap sisterna di batasi oleh unit membran halus (tanpa ribosom). Badan golgi memiliki dua permukaan yaitu: 
1) Permukaan CIS, yaitu permukaan yang berperan menerima vesikula dari RE,                    
2) permukaan trans, yaitu permukaan pembentukan dan pelepasan vesikula.  

  •   Mitokondria

            Mitokondria adalah organel tempat terjadinya pemecahan molekul makanan sehingga di hasilkan energi. Mitokondria merupakan tempat pembangkit energi untuk keperluan sel, sel yang aktif biasanya lebih banyak mengandung mitokondria.
Fungsi mitokondria adalah sebagai tempat respirasi sel dan pembentukan energi (ATP).


  •   Lisosom

           Di dalam sitoplasma terdapat bentukan-bentukan besar, beraneka ragam, dan di kelilingi oleh membran. Organel ini mengandung enzim-enzim pencernaan yang bertugas mencerna zat-zat sisa.

  •    Vakuola

           Vakuola adalah daerah yang terdapat di dalam sel yang berfungsi menyimpan berbagai zat seperti air, makanan, atau zat sisa. Pada sel yang masih muda vakuola berukuran kecil dan jumlahnya banyak. Tetapi pada sel dewasa sebagian besar volume sel ditempati oleh vakuola. Cairan vakuola mengandung berbagai macam zat organik dan anorganik seperti gula, protein, asam organik, tanin, pigmen lafonoid, dan garam oksalat. Beberapa senyawa organik dan anorganik dalam vakuola dapat berbentuk padat. Khusus untuk vakuola yang banyak mengandung kristal protein disebut dengan “aleuron” seperti pada biji-bijian.


5 .  Nukleus (inti sel)
Nukleus adalah inti sel yang memiliki membran inti dengan susunan molekul sama dengan membran sel yaitu berupa lipoprotein. Pori-pori pada membran inti memungkinkan hubungan antara nukleoplasma dan sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah sebagai pusat yang mengontrol kegiatan sel dan mengandung bahan-bahan yang menentukan sifat-sifat turun-temurun suatu organisma. Di dalam inti sel tersusun atas tiga komponen yaitu :

  •           Nukleoulus (anak inti) yang berfungsi untuk menyintesis berbagai macam molekul RNA (asam    ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom.
  •        Nukleoplasma (cairan inti) merupakan cairan yang tersusun dari protein.
  •       Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma, yang dapat menebal menjadi struktur seperti  benang yaitu kromosom yang mengandung DNA (asam deoksiribonukleat) yang berfungsi        menyampaikan informasi genetik melalui sintesa protein. 



BAB III
PENUTUP

A. kesimpulan
Ilmuan sepakat bahwa ada dua macam sel. Sel yang tidak memiliki membran yang melindungi material inti dinamakan  sel prokariotik, Sedangkan sel yang memiliki membran pelindung material inti disebut sel eukariotik. Sel tumbuhan yang masih embrional dan sel yang telah mengalami diferensiasi dan masih hidup terdiri dari empat komponen utama yaitu:

1.    Dinding Sel
Dinding sel merupakan struktur yang kuat(terdapat di sebelah luar membran sel),yang berfungsi memberi kekuatan dan melindungi sel tumbuhan
2.    Membran Plasma
Membran plasma merupakan bagian yang membungkus sel sebelah luar, yang mengatur lalu lintas pengangkutan zat- zat dari dan keluar sel.
3.    Protoplasma dan Sitoplasma.
Istilah protoplasma diberlakukan untuk semua bagian sel yang dibungkus oleh membran plasma. Sedangkan sitoplasma merupakan bagian dari protoplasma yang mencakup organel sel dan inti
4.    Organel sel

·      Plastida
plastida merupakan organel sel khas tumbuhan yang dibentuk oleh dua lapis membrane, yaitu membrane luar dan membrane dalam.
·      Retikulum Endoplasma
merupakan perluasan membran yang saling berhubungan yang membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplasma. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma (RE) yaitu retikulum endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH).
·    Ribosom ada yang tersebar di dalam sitoplasma, sementara yang lainnya melekat pada RE. Ribosom berfungsi sebagai tempat pembuatan protein.
·  Badan Golgi yaitu suatu struktur berupa kantung yang dibungkus oleh membran, yang berfungsi dalam proses sintesis dan sekresi.
·  Mitokondria adalah organel tempat terjadinya pemecahan molekul makanan sehingga di hasilkan energy
·   Vakuola adalah daerah yang terdapat di dalam sel yang berfungsi menyimpan berbagai zat seperti air, makanan, atau zat sisa
·   Nukleus adalah inti sel yang memiliki membran inti dengan susunan molekul sama dengan membran sel yaitu berupa lipoprotein





DAFTAR PUSTAKA

       Campbell, Neil A. Biologi Edisi Kelima Jilid 1, Jakarta: Erlangga. 2003
       George, H. Fried. Biologi Edisi Kedua, Jakarta: Erlangga. 2005
       Muhubbuddin,, Anatomi Tumbuhan, Banda Aceh:  Universitas Syiah Kuala. 2012
       Suprianto dkk, Biologi Umum, Darussalam: Universitas Syiah Kuala. 2008

Monday, October 20, 2014

Stomata



I.              Judul Praktikum               : Mekanisme Membuka Dan Menutup Stomata
II.           Tanggal Praktikum           : 07 Desember 2013
III.        Tujuan Praktikum             : 1. Untuk membuktikan bahwa apabila turgor
     sel penutup tinggi, stomata akan terbuka. Apabila
     turgor sel rendah, maka stomata akan tertutup.
                                                  2. Untuk mengamati pengaruh ion kalsium dan
                                                      ion kalsium terhadap membuka dan
                                                      menutup stomata.

IV.        Dasar Teori                      :
Menurut Salisbury (2000 : 80),” Stomata tumbuhan pada umumnya membuka saat matahari terbit dan menutup saat gelap, sehingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan waktu sekitar 1 jam dan penutupnya berlangsung secara bertahap sepanjang sore”.

Menurut Yayan (2004 : 136),” Stomata umumnya terdapat pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau, jadi terutama sekili pada daun-daun pada tumbuhan yang hidup di bawah permukaan air terdapat pada alat-alat yang strukturnya mirip stomata. Pada daun-daun yang berwarna hijau stomata akan terdapat pada permukaan”.

Menurut Lakitan (2001 : 58),” Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga mengingkat pengikatan tekanan turgor sel penjaga mengingkat atau pengikatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air dari suatu sel ke sel lainnya sebagaimana dijelaskan sebelumnya akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air”.



V.           Alat dan Bahan                :
a.    Alat     :
1.    Mikroskop
2.    Pipet tetes
3.    Pisau silet
4.    Kartu hisap
5.    Kaca benda
6.    Kaca penutup
7.    Petridish
b.    Bahan  :
1.    Larutan sukrosa 10%
2.    Air secukupnya
3.    Daun Rhoe discolor yang masih segar
4.    Larutan Cacl2 0,2 M
5.    Larutan Kcl 0,2 M

VI.        Cara Kerja                 :
A.  Pengaruh Turgor Terhadap Membuka dan Menutup Stomata
1.   Dibuat sayatan epidermis bawah daun Rhoe discolor dan diletakkan
 pada kaca objek yang telah ditetesi aquadest, lalu ditutup dengan kaca penutup
2.    Diamati di bawah mikroskop apakah stomata dalam keadaan terbuka 
 atau tertutup.
3.    Sambil diamat di bawah mikroskop, diganti air dengan larutan sukrosa 10% 
dengan cara ditetesi pada salah satu sisi kaca penutup, lalu dihisap dengan
 kertas hisap pada sisi yang lain.
4.    Diperhatikan stomatanya, perubahan apa yang terjadi.




B.  Pengaruh Turgor Terhadap Membuka Dan Menutup Stomata
1. Dibuat sayatan epidermis di bawah daun Rhoe discolor, lalu direndam 
dalam larutan Cacl2 o,2 M dan larutan KCL 0,2 M selama 30 menit.
2.    Diamati di bawah mikroskop apakah stomata dalam keadaan
 terbuka dan tertutup
3.    Dibandingkan keadaan stomata pada daun yang direndami dalam
 larutan Cacl2 dengan yang direndam dalam larutan KCL.

VII. Hasil Pengamatan        
     :
Gambar       : Daun Rhoe discolor + Aguadest
Pembesaran : 10 X 40

Keterangan
Stomata terbuka
1.      Sel tetangga
2.      Sel pejangga
3.      Stomata terbuka
4.      Celah stomata
5.      Kloroplas/klorofil
Gambar       : Daun Rhoe discolor + Sukrosa                           10%
Pembesaran : 10X40

Keterangan
Stomata tertutup







1.      Stomata
2.      Kloroplas/klorofil
3.      Sel penjaga
4.      Stomata tertutup
5.      Sel tetangga

Gambar       : Daun Rhoe discolor + KCL
Pembesaran : 10X40

Keterangan











1.      Celah stomata
2.      Sel penjaga
3.      Sel penutup
4.      Stomata terbuka
5.      Kloroplas/klorofil
Gambar        : Daun Rhoe discolor + Cacl2
Pembesaran  : 10X40


Keterangan











1.     Celah stomata
2.     Sel penjaga
3.     Sel penutup
4.     Stomata terbuka
5.     Kloroplas/klorofil


VIII.       Pembahasan :
Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh tekanan turgor. Jika sel penutupnya tinggi maka stomata akan membuka, namun jika turgor sel penutup rendah maka stomata akan menutup. Pada sayatan epidermis daun adam hawa (Rhoe discolor) dengan ditetesi aquadest kemudian diamati di bawah mikroskop, terlihat adanya stomata dalam keadaan terbuka.

Stomata yang akan dilihat dalam keadaan terbuka tersebut, setelah ditetesi larutan sukrosa 10% maka, pada stomata terjadi perubahan dimana stomata yang dalam keadaan terbuka tiba-tiba menjadi tertutup dengan pengaruhi larutan sukrosa 10%. Hal ini menunjukan bahwa larutan sukrosa 10% mempunyai konsentrasi lebih rendah sehingga tekanan osmotik sel menjadi tinggi yang akhirnya berpengaruh pada turgor sel.

Sayatan epidermis Rhoe discolor yang ditetesi KCL terlihat stomata yang terbuka juga. Hal ini terjadi karena KCL memacu masuknya air ke dalam sel penutup sehingga stomata membuka. Dan ditambah lagi karena sayatan  Rhoe discolor direndam ke dalam larutan KCL selama 30 menit, dan hal ini juga mempengaruhi menutup atau membukanya stomata tersebut.

Sayatan epidermis Rhoe discolor yang ditetesi Cacl2 selama lebih kurang 30 menit, hal ini juga mempengaruhi gerak membuka dan menutupnya stomata. Pada hasil yang diperoleh dari pengamatan Rhoe discolor ditetesi Cacl2 bahwa stomata tertutup. Disebabkan karena Cacl2 menyebabkan air dalam sel penutup berosmosi keluar hingga turgor sel menjadi rendah dan stomatanya tertutu atau menutup.

Stomata pada tumbuhan umumnya terbuka pada saat matahari bersinar dan akan menutup pada saat gelap. Sehingga memungkinkan terjadinya proses fotosintesis karena tersedianya CO2 yang cukup.
            Proses membukanya stomata biasanya memerlukan waktu sampai satu jam dan menutupnya secara bertahap sepanjang sore hasil sampai gelap. Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat, peningkatan tekanan turgor kedua sel juga disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel penjaga. Dengan demikian bila tekanan turgornya rendh maka stomata akan tertutup. 

IX.        Kesimpulan                      :
1.    Mekanisme membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh turgor
2.  Jika turgor sel penutup tinggi maka stomata akan membuka dan jika 
turgor sel penutup rendah makan stomata menutup.
3.    Sayatan epidermis dalam Rhoe discolor yang ditetesi aquadest
 stomatanya membuka.
4.    Sayatan epidermis daun Rhoe discolor yang ditetesi sukrosa 10%
 stomatanya tertutup
5.    Sayatan epidermis daun Rhoe discolor yang ditetesi Cacl2 stomatanya
 juga tertutup.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More