Terbaru

Saturday, October 18, 2014

Hewan Salinitas

I.   Judul Praktikum      : Toleransi Hewan Terhadap Salinitas
II.  Tanggal Praktikum  : 15 Januari 2014
III. Tujuan Praktikum   : 1. Untuk Mengetahui Tentang toleransi hewan air tawar
                                         berupa ikan (vertebrata) dan planaria (invertebrata) 
                                         terhadap salinitas air
                                     2. Untuk mengidentifikasi gejala-gejala fisiologis
                                         dan perilaku hewan yang berhubungan dengan
                                         efek perubahan                                 

IV.        Dasar Teori  :
Salinitas atau kadar garam adalah jumlah kandungan bahan padat dalam satu kilogram air laut. Seluruh karbonat telah diubah menjadi oksida,brom dan yudium telah disetarakan dengan klor dan bahan organik telah dioksidasi secara langsung.
Salinitas media akan mempengaruhi tekanan osmotik cairan tubuh ikan. Osmotik lingkungan berbeda jauh dengan tekanan osmotik cairan tubuh atau kondisi tidak ideal maka osmotik media akan menjadi beban ikan sehingga dibutuhkan osmotik tubuhnya agar tetap berada pada keadaan yang ideal.
Kandungan kadar garam pada suatu media berhubungan erat dengan sistem mekanisme osmoregulasi pada organisme air tawar. Semakin jauh perbedaan tekanan antara tubuh dan lingkungan semakin banyak energi metabolisme yang dbutuhkan untuk melakukan osmoregulasi sebagai upaya adaptasi, namun tetap ada batas toleransi.

  
V.           Alat dan Bahan  :
1.    Alat   :
a.    Beaker glass 200 ml
b.    Tabung ukur
c.    Pipet tetes
d.   Pinset
e.    Stopwatch
f.     Kertas label

2.      Bahan  :
a.    Aquadest
b.    Larutan NaCL(Konsentrasi 1%,1,5%,2%,2,5%,2,5 dan 3%)
c.    Ikan pantau (Poecilia Reticulata)
d.    Planaria/lintah

VI.        Cara Kerja  :
1.      Disediakan hewan percobaan ikan dan lintah masing-masing 24 ekor
2.   Selanjutnya disediakan 6 beker glass dengan volume dan bentuk yang sama lalu diisi dengan medium seperti pada tabel berikut dan diberi kode pada masing-masing beaker glass sesuai dengan perlakuan
3.   Dimasukkan 4 ekor hewan percobaan ke dalam beaker glass yang berbeda sesuai urutan perlakuan lalu dibiarkan selama 10 menit
4.     Dilakukan observasi dan pencatatan.
  

VII.     Hasil Pengamatan  :
Gambar        : Pengamatan pada ikan
Pembesaran :
Keterangan













Gambar        : Pengamatan pada lintah
Pembesaran :
Keterangan















Tabel Hasil pengamatan : Pada Ikan

NO.
Parameter kuantitatif/semikuantitatif
                      Perlakuan
 A
   B
  C
  D
  E
   F
  1
Pergerakan

   1
   1
   3
   3
   3
  2
Persentase gerak operkulum/menit

8/3 menit
  94/3 menit
50/3
menit
77/3
menit
77/3 menit
  3
Persentase survivat individu (%)






  4
Tingkat kekeruhan
2
    -
   -
   1
    -
   -
         
   Note : kolom diisi dengan hasil perhitungan atau pemberian skor untuk tiap parameter
NO.
Parameter kuantitatif
                      Perlakuan
A
   B
  C
  D
  E
   F
 1
Pengeluaran sekret/lendir

+
 
   +
  
   +
   
  +
  
   -
 
    -
  2
Pendarahan di sirip

 
   +

    -

   -

   -

    -
  3
Pendarahan di mata


   +

    -

   +

   -

    -
  4
Pendarahan di tubuh
-
    -
   -
   +
    -
   -
  5
Pendarahan di insang

    -
   -
   +
    -
   -
 
Jumlah macam gejala yang terlihat

   
  
  
   
  
         
          Note : kolom diisi dengan tanda (+) jika ada, dan (-) jika tidak ada

Keterangan :
A : Air Payau
B : Air Laut
C  : Nacl 1,5%
D  : Nacl 2%
E  : Nacl 2,5%
F  : Aquadest

  


VIII.  Pembahasan  :
Berdasarkan hasil pengamatan dapat diketahui bahwa salinitas adalah faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap fisiologis hewan aquatis baik kelompok hewan vertebrata maupun invertebrata. Salinitas atau kadar garam adalah jumlah kandungan bahan padat dalam satu kilogram air laut. Seluruh karbonat telah diubah menjadi oksida, brom, yudium yang telah disetarakan dengan klor dan bahan organik yang telah dioksidasi secara langsung. Kadar garam yang terlarut memiliki hubungan yang erat dengan sifat osmolaritas cairan tubuh dan lingkungan eksternal.
Pengamatan yang dilakukan dengan menggunkan preparat yaitu lintah dan ikan. Lintah yang dimasukkan kedalam gelas kimia yang berisikan larutan Nacl 1,5%, 2% dan 2,5% dapat diamati lintah tersebut mengeluarkan lendir dari tubuhnya karena disebabkan lintah tidak dapat mempertahankan diri dari salinitas kadar garam. Konsentrasi larutan diluar tubuh yang terlalu tinggi akan mengakibatkan terjadinya lisis sel-sel pengeluaran sekret lendir yng berlebihan akan mati. Biiasanya hewan invertebrata seperti lintah memanfaatkan permukaan tubuhnya untuk melakukan respirasi dan pertukaran ion-ion tubuh dengan lingkungan.
Ikan atau kelompok hewan vertebratan biasanya memiliki kemampuan toleransi yang lebih baik terhadap perubahan faktor eksternal seperti salinitas. Ikan akan terlihat banyak mengeluarkan lendir pada salinitas yang tinggi dan akan mempercepat laju respirasi dengan meningkatkan operkulumnya.
Pengamatan yang dilakukan pada ikan pantau (Poecilia Reticulata) yang dimasukkan kedalam air laut dapat diamtai gerakan operkulumnya menjadi lambat itu disebabkan karena ikan tersebut tidak mampu menyeimbangkan kondisi fisiologisnya dan juga terjadi pendarahan dibeberapa tempat seperti pada insang, sirip, mata dan tubuh.

  
IX.        Kesimpulan  :
1.    salinitas adalah faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap fisiologis hewan aquatis baik kelompok hewan vertebrata maupun invertebrata.
2.  Kadar garam yang terlarut memiliki hubungan yang erat dengan sifat osmolaritas cairan tubuh dan lingkungan eksternal.
3. Lintah  mengeluarkan lendir dari tubuhnya karena disebabkan lintah tidak dapat mempertahankan diri dari salinitas kadar garam.
4.    Ikan akan terlihat banyak mengeluarkan lendir pada salinitas yang tinggi
5.   ikan pantau (Poecilia Reticulata) yang dimasukkan kedalam air laut dapat diamtai gerakan
    operkulumnya menjadi lambat

Referensi
Affandi, Perikanan Darat, Bandung: Sinar Baru, 2001
Fujaya, Fisiologi Ikan, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004
Siregar, Pengantar Fisiologi Ikan, Jakarta : Gramedia, 1993


0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More