Terbaru

Monday, October 20, 2014

Stomata



I.              Judul Praktikum               : Mekanisme Membuka Dan Menutup Stomata
II.           Tanggal Praktikum           : 07 Desember 2013
III.        Tujuan Praktikum             : 1. Untuk membuktikan bahwa apabila turgor
     sel penutup tinggi, stomata akan terbuka. Apabila
     turgor sel rendah, maka stomata akan tertutup.
                                                  2. Untuk mengamati pengaruh ion kalsium dan
                                                      ion kalsium terhadap membuka dan
                                                      menutup stomata.

IV.        Dasar Teori                      :
Menurut Salisbury (2000 : 80),” Stomata tumbuhan pada umumnya membuka saat matahari terbit dan menutup saat gelap, sehingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan waktu sekitar 1 jam dan penutupnya berlangsung secara bertahap sepanjang sore”.

Menurut Yayan (2004 : 136),” Stomata umumnya terdapat pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau, jadi terutama sekili pada daun-daun pada tumbuhan yang hidup di bawah permukaan air terdapat pada alat-alat yang strukturnya mirip stomata. Pada daun-daun yang berwarna hijau stomata akan terdapat pada permukaan”.

Menurut Lakitan (2001 : 58),” Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga mengingkat pengikatan tekanan turgor sel penjaga mengingkat atau pengikatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air dari suatu sel ke sel lainnya sebagaimana dijelaskan sebelumnya akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air”.



V.           Alat dan Bahan                :
a.    Alat     :
1.    Mikroskop
2.    Pipet tetes
3.    Pisau silet
4.    Kartu hisap
5.    Kaca benda
6.    Kaca penutup
7.    Petridish
b.    Bahan  :
1.    Larutan sukrosa 10%
2.    Air secukupnya
3.    Daun Rhoe discolor yang masih segar
4.    Larutan Cacl2 0,2 M
5.    Larutan Kcl 0,2 M

VI.        Cara Kerja                 :
A.  Pengaruh Turgor Terhadap Membuka dan Menutup Stomata
1.   Dibuat sayatan epidermis bawah daun Rhoe discolor dan diletakkan
 pada kaca objek yang telah ditetesi aquadest, lalu ditutup dengan kaca penutup
2.    Diamati di bawah mikroskop apakah stomata dalam keadaan terbuka 
 atau tertutup.
3.    Sambil diamat di bawah mikroskop, diganti air dengan larutan sukrosa 10% 
dengan cara ditetesi pada salah satu sisi kaca penutup, lalu dihisap dengan
 kertas hisap pada sisi yang lain.
4.    Diperhatikan stomatanya, perubahan apa yang terjadi.




B.  Pengaruh Turgor Terhadap Membuka Dan Menutup Stomata
1. Dibuat sayatan epidermis di bawah daun Rhoe discolor, lalu direndam 
dalam larutan Cacl2 o,2 M dan larutan KCL 0,2 M selama 30 menit.
2.    Diamati di bawah mikroskop apakah stomata dalam keadaan
 terbuka dan tertutup
3.    Dibandingkan keadaan stomata pada daun yang direndami dalam
 larutan Cacl2 dengan yang direndam dalam larutan KCL.

VII. Hasil Pengamatan        
     :
Gambar       : Daun Rhoe discolor + Aguadest
Pembesaran : 10 X 40

Keterangan
Stomata terbuka
1.      Sel tetangga
2.      Sel pejangga
3.      Stomata terbuka
4.      Celah stomata
5.      Kloroplas/klorofil
Gambar       : Daun Rhoe discolor + Sukrosa                           10%
Pembesaran : 10X40

Keterangan
Stomata tertutup







1.      Stomata
2.      Kloroplas/klorofil
3.      Sel penjaga
4.      Stomata tertutup
5.      Sel tetangga

Gambar       : Daun Rhoe discolor + KCL
Pembesaran : 10X40

Keterangan











1.      Celah stomata
2.      Sel penjaga
3.      Sel penutup
4.      Stomata terbuka
5.      Kloroplas/klorofil
Gambar        : Daun Rhoe discolor + Cacl2
Pembesaran  : 10X40


Keterangan











1.     Celah stomata
2.     Sel penjaga
3.     Sel penutup
4.     Stomata terbuka
5.     Kloroplas/klorofil


VIII.       Pembahasan :
Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh tekanan turgor. Jika sel penutupnya tinggi maka stomata akan membuka, namun jika turgor sel penutup rendah maka stomata akan menutup. Pada sayatan epidermis daun adam hawa (Rhoe discolor) dengan ditetesi aquadest kemudian diamati di bawah mikroskop, terlihat adanya stomata dalam keadaan terbuka.

Stomata yang akan dilihat dalam keadaan terbuka tersebut, setelah ditetesi larutan sukrosa 10% maka, pada stomata terjadi perubahan dimana stomata yang dalam keadaan terbuka tiba-tiba menjadi tertutup dengan pengaruhi larutan sukrosa 10%. Hal ini menunjukan bahwa larutan sukrosa 10% mempunyai konsentrasi lebih rendah sehingga tekanan osmotik sel menjadi tinggi yang akhirnya berpengaruh pada turgor sel.

Sayatan epidermis Rhoe discolor yang ditetesi KCL terlihat stomata yang terbuka juga. Hal ini terjadi karena KCL memacu masuknya air ke dalam sel penutup sehingga stomata membuka. Dan ditambah lagi karena sayatan  Rhoe discolor direndam ke dalam larutan KCL selama 30 menit, dan hal ini juga mempengaruhi menutup atau membukanya stomata tersebut.

Sayatan epidermis Rhoe discolor yang ditetesi Cacl2 selama lebih kurang 30 menit, hal ini juga mempengaruhi gerak membuka dan menutupnya stomata. Pada hasil yang diperoleh dari pengamatan Rhoe discolor ditetesi Cacl2 bahwa stomata tertutup. Disebabkan karena Cacl2 menyebabkan air dalam sel penutup berosmosi keluar hingga turgor sel menjadi rendah dan stomatanya tertutu atau menutup.

Stomata pada tumbuhan umumnya terbuka pada saat matahari bersinar dan akan menutup pada saat gelap. Sehingga memungkinkan terjadinya proses fotosintesis karena tersedianya CO2 yang cukup.
            Proses membukanya stomata biasanya memerlukan waktu sampai satu jam dan menutupnya secara bertahap sepanjang sore hasil sampai gelap. Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat, peningkatan tekanan turgor kedua sel juga disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel penjaga. Dengan demikian bila tekanan turgornya rendh maka stomata akan tertutup. 

IX.        Kesimpulan                      :
1.    Mekanisme membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh turgor
2.  Jika turgor sel penutup tinggi maka stomata akan membuka dan jika 
turgor sel penutup rendah makan stomata menutup.
3.    Sayatan epidermis dalam Rhoe discolor yang ditetesi aquadest
 stomatanya membuka.
4.    Sayatan epidermis daun Rhoe discolor yang ditetesi sukrosa 10%
 stomatanya tertutup
5.    Sayatan epidermis daun Rhoe discolor yang ditetesi Cacl2 stomatanya
 juga tertutup.

Sunday, October 19, 2014

Populasi Cacing Tanah


I.              Judul Praktikum         : Populasi Cacing Tanah
II.           Tanggal Praktikum     : 17 Mei 2013
III.        Tujuan praktikum        : untuk mengetahui kepadatan populasi cacing tanah

IV.        Dasar Teori                 :
Menurut Suhardi (1988: 7), “Cacing tanah berbentuk memanjang dan tubuhnya beruas-beruas. Setiap ruas mempunyai sepasang kaki semu (parapodia) yang berbentuk sepada dayung. Di bagian ujung kepala terdapat alat indera.”

Menurut Jasin (1987: 124), “Bentuk tubuh cacing tanah panjang silindris dan bersegmen-segmen berupa cincin-cincin. Pada bagian  ujung anterior terdapat tonjolan yang disebut prostelum. Setelah prostelum terdapat mulut yang berbentuk sabit. Tubuh bagian dorsalis berwarna merah sampai biru kehijauan sedangkan  tubuh bagian ventralis lebih pucat maupun merah jambu dan kadang-kadang putih.”

Menurut Radioputroe (1988: 285), “Dalam keadaan sangat dingin atau sangat kering cacing tanah masuk ke dalam liang sering kali sampai 240 cm dan dalam keadaan ini beberapa cacing tanah sering kali terdapat melingkar bersama-sama dengan diatasnya terdapat lapisan yang bercampur dengan lendirnya, tujuannya untuk melindungi dirinya dari gangguan hujan dan panas.”

V.           Alat Dan Bahan        :
a.      Alat         :
                                     1.            Kuadran
                                     2.            Cangkul
                                     3.            Kertas Koran
                                     4.            Meteran

b.      Bahan    :
                                    1.            Formalin

 VI.        Cara kerja                 :
Cara I
        1. Dibuat plot sampling berukuran 1 x 1 m pada kawasan yang 
            ingin dilakuk pengamatan.
        2. Diletakkan kertas koran atau lainnya pada salah satu sisi plot.
        3. Digali semua tanah didalam plot pada bagian yang terdapat koran 
      sedalam ± 5 cm dan tanah ditampung didalam koran.
        4. Dicatat semua semua hewan yang diperoleh, baik telur maupun larvanya.
        5.  Dilakukan identifikasi dan di catat didalam tabel.

Cara II

       1. Dibuat plot sampling berukuran 1 x 1 m pada kawasan yang ingin
       dilakukan pengamatan.
                      2. Dituangkan formalin pada permukaan tanah di sisi tertentu didalam plot sampling.
                      3. Diamati apa yang terjadi dan dikumpulkan semua hewan yang ada.
                      4. Dilakukan penggalian tanah yang ada didalam plot sampling dengan mengikuti
    cara kerja 1

VII.     Hasil Pengamatan       :
Tabel populasi cacing tanah



VIII.  Pembahasan                :
Pengamatan populasi cacing tanah dilakukan dengan metode hand sortir dimana lokasi pengambilan sampel dilakukan secara ramdom sampling. Pengambilan sampel diambil pada enam titik pengamatan dengan luas tiap titik pengamatan 1 x 1 meter. Tanah digali dengan menggunakan cangkul. Pengamatan  ini dilakukan pagi sekitar pukul 10.00 WIB di Kawasan Hutan Lindung  Lhoong Angen, Iboih, Sabang. Pemilihan waktu pagi dikarenakan pertimbangan cuaca serta keadaan tnah yang masih lembab, sehingga cacing mudah ditemukan.

Dari hasil pengamatan keseluruhan dijumpai satu jens cacing saja yaitu spesies Lumbricus rubellus dari familia Lumbricidae  ordo Haplotaxida sejumlah 17 ekor. Struktur tanah di Kawasan Hutan Lindung  Lhoong Angen, Iboih, Sabang sangat sesuai untuk habitat cacing. Cacing dapat membantu dalam penguraian serasah sertas sehingga menggemburkan tanah dan sebagai rantai makanan di hutan. Indikasi adanya populasi cacing tanah ditandai dengan adanya ssisa metabolisme cacing di permukaan tanah.

IX.        Kesimpulan               :
                        1.   Metode hand sortir dilakukan dengan mencangkul tanah seluas 1 x 1 m
                        2.   Pengamatan  ini dilakukan pagi sekitar pukul 10.00 WIB di Kawasan Hutan
    Lindung Lhoong Angen,Iboih, Sabang.
                       3.   Ditemukan Lumbricus rubellus dari familia Lumbricidae  ordo Haplotaxida 
    sejumlah 17 ekor
                       4.    Struktur tanah di Kawasan Hutan Lindung  Lhoong Angen, Iboih, Sabang 
    sangat sesuai untuk habitat cacing
                       5.   Indikasi adanya populasi cacing tanah ditandai dengan adanya ssisa
     metabolisme cacing di permukaan tanah.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More