Terbaru

Sunday, October 19, 2014

Populasi Cacing Tanah


I.              Judul Praktikum         : Populasi Cacing Tanah
II.           Tanggal Praktikum     : 17 Mei 2013
III.        Tujuan praktikum        : untuk mengetahui kepadatan populasi cacing tanah

IV.        Dasar Teori                 :
Menurut Suhardi (1988: 7), “Cacing tanah berbentuk memanjang dan tubuhnya beruas-beruas. Setiap ruas mempunyai sepasang kaki semu (parapodia) yang berbentuk sepada dayung. Di bagian ujung kepala terdapat alat indera.”

Menurut Jasin (1987: 124), “Bentuk tubuh cacing tanah panjang silindris dan bersegmen-segmen berupa cincin-cincin. Pada bagian  ujung anterior terdapat tonjolan yang disebut prostelum. Setelah prostelum terdapat mulut yang berbentuk sabit. Tubuh bagian dorsalis berwarna merah sampai biru kehijauan sedangkan  tubuh bagian ventralis lebih pucat maupun merah jambu dan kadang-kadang putih.”

Menurut Radioputroe (1988: 285), “Dalam keadaan sangat dingin atau sangat kering cacing tanah masuk ke dalam liang sering kali sampai 240 cm dan dalam keadaan ini beberapa cacing tanah sering kali terdapat melingkar bersama-sama dengan diatasnya terdapat lapisan yang bercampur dengan lendirnya, tujuannya untuk melindungi dirinya dari gangguan hujan dan panas.”

V.           Alat Dan Bahan        :
a.      Alat         :
                                     1.            Kuadran
                                     2.            Cangkul
                                     3.            Kertas Koran
                                     4.            Meteran

b.      Bahan    :
                                    1.            Formalin

 VI.        Cara kerja                 :
Cara I
        1. Dibuat plot sampling berukuran 1 x 1 m pada kawasan yang 
            ingin dilakuk pengamatan.
        2. Diletakkan kertas koran atau lainnya pada salah satu sisi plot.
        3. Digali semua tanah didalam plot pada bagian yang terdapat koran 
      sedalam ± 5 cm dan tanah ditampung didalam koran.
        4. Dicatat semua semua hewan yang diperoleh, baik telur maupun larvanya.
        5.  Dilakukan identifikasi dan di catat didalam tabel.

Cara II

       1. Dibuat plot sampling berukuran 1 x 1 m pada kawasan yang ingin
       dilakukan pengamatan.
                      2. Dituangkan formalin pada permukaan tanah di sisi tertentu didalam plot sampling.
                      3. Diamati apa yang terjadi dan dikumpulkan semua hewan yang ada.
                      4. Dilakukan penggalian tanah yang ada didalam plot sampling dengan mengikuti
    cara kerja 1

VII.     Hasil Pengamatan       :
Tabel populasi cacing tanah



VIII.  Pembahasan                :
Pengamatan populasi cacing tanah dilakukan dengan metode hand sortir dimana lokasi pengambilan sampel dilakukan secara ramdom sampling. Pengambilan sampel diambil pada enam titik pengamatan dengan luas tiap titik pengamatan 1 x 1 meter. Tanah digali dengan menggunakan cangkul. Pengamatan  ini dilakukan pagi sekitar pukul 10.00 WIB di Kawasan Hutan Lindung  Lhoong Angen, Iboih, Sabang. Pemilihan waktu pagi dikarenakan pertimbangan cuaca serta keadaan tnah yang masih lembab, sehingga cacing mudah ditemukan.

Dari hasil pengamatan keseluruhan dijumpai satu jens cacing saja yaitu spesies Lumbricus rubellus dari familia Lumbricidae  ordo Haplotaxida sejumlah 17 ekor. Struktur tanah di Kawasan Hutan Lindung  Lhoong Angen, Iboih, Sabang sangat sesuai untuk habitat cacing. Cacing dapat membantu dalam penguraian serasah sertas sehingga menggemburkan tanah dan sebagai rantai makanan di hutan. Indikasi adanya populasi cacing tanah ditandai dengan adanya ssisa metabolisme cacing di permukaan tanah.

IX.        Kesimpulan               :
                        1.   Metode hand sortir dilakukan dengan mencangkul tanah seluas 1 x 1 m
                        2.   Pengamatan  ini dilakukan pagi sekitar pukul 10.00 WIB di Kawasan Hutan
    Lindung Lhoong Angen,Iboih, Sabang.
                       3.   Ditemukan Lumbricus rubellus dari familia Lumbricidae  ordo Haplotaxida 
    sejumlah 17 ekor
                       4.    Struktur tanah di Kawasan Hutan Lindung  Lhoong Angen, Iboih, Sabang 
    sangat sesuai untuk habitat cacing
                       5.   Indikasi adanya populasi cacing tanah ditandai dengan adanya ssisa
     metabolisme cacing di permukaan tanah.

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More